Iklan

terkini

Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, GEN Z Bersuara: Jangan Hanya Bangga dengan Angka Makro

Admin RP
, Oktober 20, 2026 WIB Last Updated 2026-10-20T09:55:19Z

Foto: diskusi publik Gerakan Pemuda dan Generasi Muda GEN Z BERSUARA

JAKARTA - Memasuki dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Gerakan Pemuda dan Generasi Muda GEN Z BERSUARA menggelar diskusi publik bertajuk "Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Capaian, Tantangan, dan Harapan Rakyat". Diskusi ini menyoroti evaluasi kritis serta kontribusi pemikiran dari sudut pandang generasi muda terhadap arah pembangunan nasional.


Founder GEN Z Bersuara, Rio Ipan Doni, menyampaikan bahwa momentum dua tahun pemerintahan ini merupakan titik krusial untuk mengukur sejauh mana janji-janji politik dan program unggulan pemerintah telah berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda.


Capaian dan Arah Kebijakan Positif

Dalam pemaparannya, Rio Ipan Doni mengapresiasi sejumlah capaian strategis pemerintah dalam dua tahun terakhir. Langkah tegas pemerintah dalam menjaga stabilitas politik, penguatan kemandirian pangan dan energi, serta komitmen kelanjutan hilirisasi industri dinilai memberikan fondasi kuat bagi perekonomian nasional.


"Kami melihat komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan nasional dan program sosial masyarakat mulai terasa. Kehadiran ruang bagi anak muda dan dorongan terhadap inovasi digital juga menjadi sinyal positif bahwa kepemimpinan Prabowo-Gibran ingin meng-akselerasi potensi generasi muda," ujar Rio pada wartawan di Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026).


Tantangan Lapangan Kerja dan Kesejahteraan Generasi Muda

Meski demikian, Rio Ipan Doni secara kritis menggarisbawahi berbagai tantangan mendesak yang masih dihadapi masyarakat, terutama Gen Z dan milenial. Beberapa poin utama tantangan yang menjadi sorotan diskusi meliputi:


Ketersediaan Lapangan Kerja Berkualitas: Tingginya angka pengangguran terdidik dan tantangan gelombang PHK di industri kreatif/teknologi memerlukan respons kebijakan yang lebih progresif.


Keterjangkauan Hunian (Housing Affordability): Akses generasi muda terhadap hunian layak dan terjangkau yang masih menjadi beban finansial utama.


Pendidikan & Keterampilan Masa Depan: Kurikulum dan pelatihan vokasi yang perlu diselaraskan dengan kebutuhan industri berbasis kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi hijau (green economy).


"Dua tahun ini adalah momen refleksi. Kita tidak boleh hanya bernostalgia dengan angka-angka makro, tetapi harus melihat realitas di lapangan: Apakah Gen Z hari ini makin mudah mencari kerja? Apakah biaya hidup kian terjangkau? Ini adalah tantangan riil yang butuh solusi konkret," tegas Rio Ipan Doni.


Harapan dan Rekomendasi Rakyat

Menutup diskusi publik tersebut, GEN Z Bersuara menyampaikan sejumlah rekomendasi dan harapan rakyat untuk sisa masa jabatan pemerintahan Prabowo-Gibran:


Inklusivitas Ekonomi: Memastikan pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada pembukaan lapangan kerja baru yang berkelanjutan.


Penguatan Ruang Partisipasi Publik: Membuka ruang dialog yang lebih luas antara pemerintah dan pemuda dalam penyusunan kebijakan publik.


Transparansi dan Tata Kelola: Memperkuat komitmen pemberantasan korupsi dan penegakan hukum demi terciptanya kepastian investasi dan keadilan sosial.


"Gen Z bukan sekadar penonton atau objek politik, melainkan mitra kritis pemerintah. Kami berharap di tahun-tahun mendatang, pemerintah Prabowo-Gibran makin responsif mendengarkan suara rakyat dan konsisten mewujudkan Indonesia Emas yang inklusif," tutup Rio Ipan Doni, Founder Gen Z Bersuara.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, GEN Z Bersuara: Jangan Hanya Bangga dengan Angka Makro

Terkini