Iklan

terkini

Ikon Daerah Berubah Sorotan, Gerbang Kota Wanggudu Dipersoalkan

Agha_sebasta
, Januari 07, 2026 WIB Last Updated 2026-01-07T16:56:44Z
reaksipublik.com, Jakarta || Sejumlah mahasiswa dan pemuda kembali menyuarakan keresahan publik terkait dugaan skandal mega korupsi pembangunan Gerbang Kota Wanggudu, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes keras terhadap proyek yang dinilai sarat kejanggalan dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Dalam aksi tersebut, massa menyoroti pembangunan gerbang kota yang secara simbolik bertuliskan “Selamat Datang”, namun ironisnya tidak menghadirkan makna “Selamat Jalan” bagi masyarakat. Gerbang yang seharusnya menjadi ikon daerah justru dipertanyakan manfaat, kualitas, hingga transparansi anggarannya.

Koordinator aksi, Egit Setiawan, menegaskan bahwa proyek pembangunan Gerbang Kota Wanggudu patut diduga kuat bermasalah dan harus segera diusut secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum.

“Kami melihat pembangunan gerbang kota ini bukan hanya gagal secara fungsi dan estetika, tetapi juga kuat dugaan menjadi ladang korupsi. Gerbang selamat datang ada, tetapi gerbang selamat jalan tidak ada dan ini patut di pertanyakan mengingat anggaran yang mencapai miliaran rupiah,” tegas Egit Setiawan kepada awak media, Rabu, 07/26.

Lebih lanjut, Egit menyampaikan bahwa pihaknya mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe Utara serta pihak CV Menara Teknik selaku pelaksana kegiatan, atas dugaan keterlibatan dalam tindak pidana korupsi proyek tersebut.

Menurutnya, indikasi kejanggalan terlihat dari perencanaan hingga pelaksanaan proyek yang dinilai tidak transparan, minim pengawasan, serta tidak sebanding antara anggaran dengan hasil fisik bangunan di lapangan.

“Jika KPK diam, maka praktik pembiaran akan terus terjadi. Kami tidak ingin Gerbang Kota Wanggudu menjadi monumen korupsi yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” lanjutnya.

Massa aksi juga menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan berencana melakukan aksi lanjutan dengan eskalasi yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera direspons oleh lembaga penegak hukum.

Aksi tersebut ditutup dengan pernyataan sikap bahwa mahasiswa dan pemuda akan tetap berada di garda terdepan dalam mengawasi penggunaan uang rakyat serta menolak segala bentuk praktik korupsi yang merugikan daerah dan masyarakat.

Sampai berita ini ditayangkan awak media masih berupaya untuk mengkonfirmasi pihak yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.



Lap: Agha 
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ikon Daerah Berubah Sorotan, Gerbang Kota Wanggudu Dipersoalkan

Terkini

Iklan