![]() |
| Flayer, ketua umum HMI MPO Cabang Jakarta Raya, Muhammad Jufri Rumaratu |
JAKARTA - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Jakarta Raya Muhammad Jufri Rumaratu mengimbau seluruh kader HMI se - Jakarta Raya untuk mengedepankan sikap tenang, menjaga kondusivitas, serta menahan diri untuk tidak terlibat dalam aksi massa yang direncanakan pada 27 Agustus.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral organisasi agar kader HMI dapat mengambil peran yang lebih strategis di tengah situasi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.
HMI MPO Cabang Jakarta Raya menilai bahwa saat ini energi kader sebaiknya diarahkan pada agenda kemanusiaan, khususnya membantu masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa.
“Kami mengimbau seluruh kader HMI MPO se-Jakarta Raya untuk menahan diri dan tidak ikut dalam aksi pada 27 Agustus. Saat ini ada saudara-saudara kita di NTT yang membutuhkan perhatian, solidaritas, dan bantuan nyata dari kita,” ujar M Jufri Ketua HMI MPO Cabang Jakarta Raya.
Menurutnya, sikap kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan bangsa tetap penting dan merupakan bagian dari tradisi perjuangan HMI. Namun, dalam situasi bencana, kader juga harus mampu menunjukkan wajah intelektual dan kemanusiaan dengan hadir membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Menahan diri bukan berarti diam terhadap persoalan bangsa. Justru ini merupakan bentuk kedewasaan dalam menentukan prioritas. Ketika saudara kita sedang tertimpa musibah, maka kepedulian kemanusiaan harus menjadi perhatian utama,” tegasnya Jufri.
HMI MPO Jakarta Raya juga menyerukan kepada seluruh kader untuk menggalang solidaritas, bantuan kemanusiaan, donasi, serta berbagai bentuk dukungan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Organisasi tersebut berharap kader HMI tidak terjebak pada dinamika politik dan aksi massa yang berpotensi memperkeruh situasi, tetapi mampu menjadi bagian dari solusi dengan mengedepankan persatuan, kemanusiaan, dan kepentingan masyarakat.
“Kader HMI harus hadir ketika rakyat membutuhkan. Hari ini saudara kita di NTT membutuhkan uluran tangan. Mari kita arahkan energi perjuangan untuk kemanusiaan dan membantu mereka bangkit dari bencana,” pungkasnya.
HMI MPO Cabang Jakarta Raya menegaskan bahwa seruan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab organisasi untuk menjaga kader, merawat kondusivitas Jakarta Raya, sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.


