Iklan

terkini

Ketum GORAN Kecam Penolakan BEM UI Terhadap Program Makan Bergizi Gratis, Sebut Daerah 3T Sangat Membutuhkan

Admin RP
, Juni 13, 2026 WIB Last Updated 2026-06-13T11:34:30Z

Foto: Istimewa

JAKARTA - Penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menuai respons keras dari Gerakan Organisir Anak Nusantara (GORAN).


Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GORAN, Martho Zaini Warat, menilai sikap tersebut tidak mencerminkan realitas yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah, terutama wilayah Indonesia Timur dan kawasan tertinggal yang masih menghadapi persoalan akses pangan serta pemenuhan gizi anak.


Menurutnya, program MBG memiliki peran strategis dalam membantu keluarga kurang mampu dan mendukung tumbuh kembang generasi muda di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.


“Banyak masyarakat di wilayah 3T seperti Papua, Maluku, dan daerah terpencil lainnya yang masih membutuhkan dukungan nyata dari negara. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu langkah yang dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak di wilayah tersebut,” ujar Martho dalam keterangannya kepada media sabtu 13/06/26


Ia menegaskan, penghentian atau penolakan terhadap program tersebut berpotensi memberikan dampak langsung kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan, khususnya anak-anak dari keluarga prasejahtera.



Ketum GORAN menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki pijakan hukum yang kuat karena berkaitan dengan pemenuhan hak dasar warga negara. Beberapa regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program tersebut antara lain Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Kesehatan, Undang-Undang Perlindungan Anak, serta Undang-Undang Pangan.


Martho mengatakan negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat, terutama anak-anak, mendapatkan akses terhadap gizi yang layak dan pelayanan kesehatan yang memadai.


“Pemenuhan gizi bukan hanya soal kebijakan sosial, tetapi juga bagian dari kewajiban negara dalam menjamin kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” katanya.


Dalam kesempatan yang sama, GORAN menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.


Organisasi yang beranggotakan pemuda dan masyarakat dari berbagai wilayah nusantara tersebut menilai program ini dapat membantu menciptakan pemerataan kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk tumbuh sehat dan memperoleh pendidikan yang lebih baik.


Martho menyebut banyak anak di daerah pesisir dan wilayah terpencil yang masih membutuhkan intervensi pemerintah agar memiliki peluang yang setara dengan anak-anak di perkotaan.


“Harapan kami, program ini mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia, khususnya di daerah yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan,” ujarnya.


GORAN juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat manfaat jangka panjang dari Program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mendorong pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ketum GORAN Kecam Penolakan BEM UI Terhadap Program Makan Bergizi Gratis, Sebut Daerah 3T Sangat Membutuhkan

Terkini