![]() |
Jakarta, reaksipublik.com || Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Konawe-Jakarta (Ippmik-Jakarta) Kembali Mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) Untuk memeriksa Sekwan Dan Ketua DPRD Konawe.
Desakan Tersebut terkait adanya dugaan Tindak Pindana Korupsi Pada Anggaran Dana Pokok Pikiran (Pokir) dari hasil Aspirasi Masyarakat dan juga Dugaan Tindak pidana penggelapan, Hilangnya Mobil Dinas Dari 19 Unit tersisah 4 unit serta kendaraan Roda dua.
Melalui Ketua umum Ippmik-Jakarta, Abdi Aditya, Mengatakan Bahwa Hasil Investigas kami Anggaran Dana Pokir Dialihkan ke dana Publikasi/Media.
Padahal jelas Dana pokir adalah kebutuhan pembangunan yang dianggap prioritas dan mendesak, berdasarkan aspirasi masyarakat. Bukan untuk di alihkan Ke tempat lainnya seperti Kepentingan Publikasi/Media yang notabenen nya tidak urgensi.
“Harus nya DPRD Mengedepan kan anggaran Aspirasi Masyarakat seperti pembangunan dan bantuan yang langsung Tersentuh oleh masyarakat, Dialihkan nya anggaran dana pokir ke dana publikasi/Media Kuat dugaan kami ada indikasi Korupsi," Ucap Abdi.
Lanjut Abdi Aditya Mengatakan Bahwa Terkait Dugaan Penggelapan atas Hilang nya Mobil Dinas Beserta kendaraan roda dua yang diduga dilakukan oleh Sekwan DPRD Konawe.
Mobil dinas dan juga kendaraan roda dua merupakan Aset Daerah yang harus d kelolah dengan baik, Namun Hilang nya Merupakan Tandatanya Besar Yang harus di usut karna ada dugaan Penggelapan.
“Ada Dugaan Penggelapan hilang nya mobil dan kendaraan Roda Dua Yang merupakan aset Daerah Yang harus di jaga,” Tandas Abdi.
Apa lagi Dengan Pernyataan Pemda Konawe Bahwa Dari total 366 unit randis yang tercatat, banyak yang tidak berada di tangan yang semestinya, disalahgunakan, bahkan digunakan untuk kepentingan pribadi seperti mengojek ikan.
Pihaknya berharap KPK RI Harus Mengusut Dugaan Korupsi Hingga dugaan penggelapan aset daerah yang merupakan bentuk kejahatan Yang dilakukan Lembaga legislatif Kabupaten Konawe.


