Jakarta - Perjuangan mahasiswa tidak pernah berhenti mengisi sejarah bangsa ini, sejak zaman penjajahan hingga saat ini. Mahasiswa sebagai lapisan terluar masyarakat, menjadi pemegang tombak sekaligus perisai dalam memperjuangkan hak-hak rakyatnya.
"Hingga kini vitalnya peran mahasiswa tetap bertahan, meski sebagian ada yang ikut tergerus oleh aliran pragmatisme yang begitu kuat. Namun, tetap saja masih banyak juga mahasiswa yang berpegang teguh dengan idealismenya dalam menjaga peran vital ini," Ujar Farid Salah satu Presedium sebagai Tauang Ruma deklarasi LIMAJAYA pada Minggu 10/04/2022 Kampus JayaBaya
Seperti sekarang ini, rakyat indonesia kembali memanggil mahasiswa untuk menjalankan peran vitalnya tersebut. Bangsa kita saat ini sedang dalam keadaan darurat keadilan.
"Rakyat tertindas dengan ketidakadilan hukum, kebijakan-kebijakan pemerintah mengebiri hak-hak rakyatnya. Rakyat pun melarat karena kejahatan pemerintahnya sendiri," Ukapnya
Banyaknya masalah bangsa ini, menyentuh nurani kami, mahasiswa-mahasiswa se-Jakarta Raya yang tergabung dalam Lingkar Mahasiswa Jakarta Raya.
Kami terpanggil untuk kesekian kalinya tanpa lelah, kembali menjalankan tanggung jawab moral bangsa di pundak kami. Untuk itu, memperhatikan masalah-masalah bangsa yang terlampau banyak ini, kami pun merespon dengan tuntutan sebagai berikut :
Pertam, LIMAJAYA menolak eksistensi gerakan kemahasiswaan dalam pengaruh kelompok-kelompok yang sangat berkepentingan politik. Oleh karena itu Kami memisahkan diri dari kelompok BEMSI UNRI.
Kedua, LIMAJAYA menyuarakan agar aksi yang dilakukan mahasiswa tetap bernuansa damai untuk menjaga marwah gerakan mahasiswa.
Ketiga, LIMAJAYA menghimbau kepada rekan-rekan mahasiswa agar tidak terprovokasi terhadap isu-isu yang digaungkan oleh kelompok tertentu.
Keempat, LIMAJAYA mengajak kepada seluruh elemen mahasiswa yang akan turun dalam gerakan tanggal 11 April agar mewaspadai penumpang gelap yang berpotensi memicu konflik.
Kelima, LIMAJAYA menolak kenaikan harga BBM yang menyengsarakan rakyat
Keenam, LIMAJAYA menuntut agar Pemerintah segera menstabilkan kembali harga bahan pokok
Ketuju, LIMAJAYA mendesak pemerintah untuk menunda pembangunan IKN selama ekonomi nasional belum stabil
Kelapan, LIMAJAYA menolak keras penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden.
#GERAKANMAHASISWANONBLOK
#KEMBALIKANMARWAHMAHASISWA
#LIMAJAYAMENGGUGAT
#STOPKRIMINALISASIAKTIFIS
#APRILKELABU
TTD
1. Universitas Jayabaya
2. Universitas Unindra
3. Universitas Ibnu Chaldun Jakarta
4. Universitas Krisnadwipayana
5. Universitas Bhayangkara
6. Universitas Kristen Indonesia
7. STEBANK Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara
8. STIH Litigasi
9. STIH IBLAM
10. STAI Sadra
11. Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro
12. Unas


