Iklan

terkini

Camping dan Bina Akrab AMN Berakhir, Api Unggun Warnai Penutupan

Admin JF
, September 17, 2026 WIB Last Updated 2026-09-18T03:27:15Z

JAWA BARAT - Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMN) menutup rangkaian kegiatan Camping dan Bina Akrab (Makrab) di kawasan Villa Masada, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 18 September 2026. Api unggun menjadi salah satu agenda yang mewarnai malam penutupan kegiatan bertema “Satu Rasa, Kompak Selamanya” tersebut.

Kegiatan yang berlangsung sejak Rabu, 16 September 2026 itu diikuti oleh para calon mahasiswa baru (Camaba) dan anggota AMN. Selama kegiatan, peserta mengikuti sejumlah agenda yang dirancang untuk membangun keakraban, kebersamaan, serta memperkuat komunikasi antarmahasiswa dari berbagai daerah.


Pada agenda penutupan, kegiatan diisi dengan sharing session, penyampaian pesan dan kesan dari peserta, serta penyerahan hadiah bagi peserta dan kelompok yang berhasil dalam sejumlah fun game selama kegiatan.


Sejumlah peserta menyampaikan pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan. Dalam sesi sharing, peserta diminta memberikan pandangan mengenai pelaksanaan Camping dan Bina Akrab, termasuk manfaat yang diperoleh serta hal-hal yang masih perlu diperbaiki.


Salah seorang peserta mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan selama kegiatan berlangsung. Namun, menurut dia, hal tersebut tidak menjadi kendala utama karena tujuan utama kegiatan adalah membangun keakraban dan kebersamaan.


“Memang masih ada kekurangan dalam pelaksanaan, tetapi itu tidak menjadi kendala utama. Yang terpenting tujuan kita adalah membangun keakraban. Kekurangan yang ada tentu bisa menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya,” ujarnya.


Pembina AMN, Masdur, mengatakan pihaknya menyadari bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut masih memiliki sejumlah kekurangan. Menurut dia, evaluasi diperlukan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan dengan lebih baik pada masa mendatang.


“Kami menyadari dalam kegiatan ini masih banyak kekurangan. Tetapi kekurangan itu menjadi bagian dari proses pembelajaran. Ke depan, pengurus akan melakukan evaluasi dan mempersiapkan proses regenerasi agar AMN bisa terus berkembang,” kata Masdur.


Ia menilai keterbatasan jumlah peserta tidak mengurangi semangat selama kegiatan berlangsung. Justru, kata dia, antusiasme peserta menjadi modal penting untuk membangun kebersamaan di lingkungan AMN.


“Pesertanya memang tidak terlalu banyak, tetapi semangatnya luar biasa. Bagi kami, yang terpenting bukan soal jumlah, melainkan bagaimana mereka bisa saling mengenal, membangun komunikasi, dan merasa menjadi bagian dari satu keluarga,” ujarnya.


Masdur menambahkan, keberagaman latar belakang daerah tidak seharusnya menjadi pembatas dalam membangun hubungan antarmahasiswa. Menurutnya, AMN dibentuk sebagai ruang bersama bagi mahasiswa dari berbagai daerah yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta.


“Intinya, kegiatan ini sudah mencapai tujuan utamanya, yaitu membangun keakraban. Di AMN kita tidak melihat seseorang dari daerah mana. Kita ingin semua bisa berkumpul, belajar bersama, saling mendukung, dan membangun rasa persaudaraan sebagai mahasiswa Nusantara,” katanya.


Selain sharing session, rangkaian penutupan juga diisi dengan penyerahan hadiah fun game. Masdur menjelaskan bahwa permainan yang dilaksanakan selama kegiatan bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk melatih kekompakan, komunikasi, dan kerja sama peserta.


“Fun game yang kita lakukan bukan hanya untuk bersenang-senang. Ada nilai edukasinya. Peserta dan panitia belajar bagaimana bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan persoalan, dan menghargai satu sama lain,” ujar Masdur.


Ia mengatakan hadiah yang diberikan kepada peserta merupakan bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat selama kegiatan. Meski sederhana, hadiah tersebut diharapkan tetap memiliki makna dalam membangun kebersamaan.


“Hadiah yang diberikan memang sederhana, tetapi bukan itu yang menjadi ukuran. Yang paling penting adalah penghargaan terhadap usaha dan partisipasi mereka. Semoga ini menjadi kenangan sekaligus motivasi untuk terus membangun kebersamaan,” katanya.


Dalam kegiatan penutupan tersebut, turut hadir tamu undangan dari pengurus lembaga Pemuda 21 Sultra, salah satu lembaga daerah asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berada di Jakarta.


Kehadiran tamu undangan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan mahasiswa yang bertujuan membangun jejaring, kebersamaan, dan ruang komunikasi antarmahasiswa dari berbagai daerah.


Masdur berharap AMN ke depan dapat berkembang menjadi wadah mahasiswa yang memiliki cakupan lebih luas dan mampu menghimpun mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.


“Harapan kami, AMN ke depan bisa menjadi lembaga atau wadah mahasiswa seluruh Indonesia. Bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk berdiskusi, belajar, membangun jaringan, mengembangkan potensi, dan melahirkan mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap daerah maupun bangsa,” tuturnya.


Ia menambahkan, keberlanjutan AMN sangat bergantung pada proses kaderisasi dan keterlibatan generasi mahasiswa berikutnya.


“Regenerasi menjadi penting. Apa yang sudah dimulai hari ini harus bisa dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Kami ingin AMN tumbuh dari mahasiswa, dikelola mahasiswa, dan memberikan manfaat bagi mahasiswa,” kata Masdur.


Dengan berakhirnya Camping dan Bina Akrab tersebut, AMN berharap hubungan antarpeserta tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Semangat “Satu Rasa, Kompak Selamanya” diharapkan dapat menjadi pijakan dalam menjalankan agenda organisasi berikutnya.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Camping dan Bina Akrab AMN Berakhir, Api Unggun Warnai Penutupan

Terkini