![]() |
| Gambar istimewa saat Irsan menyampaikan orasinya |
Reaksipublik.com, Jakarta — Gelombang protes kembali menggema. Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, mendesak penindakan tegas atas dugaan kuat praktik peredaran narkoba di dalam Lapas Kelas IIA Kendari.
Dugaan ini bukan lagi sekadar isu liar. Informasi yang beredar di tengah masyarakat telah berkembang menjadi alarm serius atas bobroknya pengawasan di dalam lembaga pemasyarakatan. Lapas yang seharusnya menjadi tempat pembinaan justru diduga berubah menjadi ruang aman bagi kejahatan terorganisir.
Koordinator aksi, Irsan, menegaskan bahwa jika praktik ini benar terjadi dan dibiarkan, maka ini adalah bukti nyata kegagalan negara dalam menjalankan fungsi dasarnya.
“Ini bukan sekadar pelanggaran, ini adalah bentuk pembiaran terhadap kejahatan. Jika lapas sudah disusupi narkoba, lalu di mana lagi negara hadir?” tegas Irsan.
Massa aksi secara tegas menyampaikan tuntutan:
- Copot Kepala Lapas Kelas IIA Kendari sebagai bentuk tanggung jawab atas dugaan kelalaian serius dalam pengawasan.
- Usut tuntas jaringan narkoba di dalam lapas, tanpa tebang pilih dan tanpa perlindungan terhadap oknum manapun.
- Periksa dan tindak aparat internal yang diduga terlibat atau melakukan pembiaran.
- Lakukan audit dan evaluasi total sistem pengawasan lapas secara nasional.
Lebih jauh, massa juga menyoroti lemahnya pembinaan narapidana, termasuk terhadap narapidana eks syahbandar Kolaka. Kondisi ini semakin memperjelas bahwa fungsi pembinaan tidak berjalan, dan lapas berpotensi menjadi tempat reproduksi kejahatan.
Massa menilai, munculnya dugaan praktik ilegal berskala serius di dalam lapas merupakan cerminan kegagalan kepemimpinan. Kepala lapas tidak bisa lepas tangan atas situasi ini. Jika tidak ada langkah tegas, maka publik berhak mempertanyakan komitmen pemerintah dalam memberantas narkoba.
“Jangan sampai lapas berubah menjadi sarang narkoba yang dilindungi oleh sistem. Jika ini dibiarkan, maka negara sedang memberi ruang bagi kehancuran generasi,” lanjut Irsan.
Aksi ini juga menjadi peringatan keras kepada Kementerian Imipas agar tidak bermain aman atau menutup-nutupi persoalan. Penanganan yang setengah hati hanya akan memperdalam krisis kepercayaan publik.
Massa menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Tidak boleh ada kompromi terhadap kejahatan narkoba, terlebih jika terjadi di dalam institusi yang seharusnya menjadi garda pembinaan.


