Iklan

terkini

Muria Kordinator Lapangan Mahasiswa UIC Jakarta bergerak Angkat Bicara Soal Aksi Di Istana Negara Dan Tetap Solid Untuk Aksi Berkelanjutan.

, Oktober 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-29T17:20:46Z

Foto: Aksi Mahasiswa Universitas Ibnu chaldun Jakarta di depan istana negara 

JAKARTA, Rabu 29 Oktober 2026 Setelah sukses menggelar Mimbar Bebas Pra Aksi dan Refleksi Sumpah Pemuda pada Selasa, 27 Oktober 2026 di Lapangan UIC, Aliansi Mahasiswa UIC Bergerak menyatakan akan melanjutkan aksi ke titik pusat kekuasaan, Istana Negara.


Koordinator Lapangan Aksi, Muria, menegaskan bahwa aksi di kampus kemarin adalah konsolidasi awal. Aksi lanjutan di Istana Negara adalah bentuk penyampaian aspirasi langsung kepada Presiden.


"Kemarin kami memanaskan mesin perlawanan di kampus. Mimbar Bebas di UIC dihadiri ratusan mahasiswa yang resah. Hari ini kami tegaskan, #IndonesiaBerduka tidak akan berhenti di Aksi 28 Oktober. Kami akan bawa 7 tuntutan evaluasi 2 tahun rezim Prabowo-Gibran langsung ke depan Istana Negara Dan Berjilid-jilid. 

Sumpah Pemuda adalah sumpah perlawanan, bukan sumpah diam di kampus," tegas Muria di Jakarta, Rabu (29/10).


Lanjutan Aksi Kemarin Adalah Evaluasi, Bukan Sekedar Aksi

Muria menjelaskan, aksi lanjutan di Istana Negara adalah kelanjutan logis dari 7 poin kajian yang telah disusun secara akademik.


Selama 2 tahun, kami mencatat kegagalan sistemik. Ini bukan fitnah, ini realita yang kami rasakan," ujarnya.


Adapun 7 tuntutan yang akan dibawa ke Istana Negara adalah:


1. Penanganan Bencana Lingkungan dan Status Bencana Nasional:Mendesak pemerintah menetapkan status Bencana Nasional untuk krisis ekologis dan menghentikan PSN perusak lingkungan.


2. Evaluasi Total Penetapan Desil: Menuntut audit total DTKS dan sistem desil bansos yang tidak tepat sasaran dan menjadi alat politik.


3. Benahi Sistem di Sektor Pendidikan: Menolak komersialisasi pendidikan berkedok PTN-BH, turunkan UKT, dan sejahterakan guru/dosen honorer.


4. Perbaikan Ekonomi dan Stabilitas Harga: Pertumbuhan ekonomi 5% adalah semu jika harga pangan mahal, PHK massal terjadi, dan lapangan kerja sulit.


5. Evaluasi Penegakkan Hukum dan Pemberantasan KKN: Hukum tumpul ke atas tajam ke bawah. Berantas KKN tanpa tebang pilih dan kembalikan marwah KPK.


6. Kebebasan Berpendapat dan Demokrasi: Hentikan kriminalisasi aktivis dengan UU ITE dan buka ruang demokrasi seluas-luasnya.


7. Program Strategis dan Kebijakan Anggaran Negara: Audit total APBN, hentikan pemborosan anggaran untuk proyek mercusuar seperti IKN yang tidak berdampak langsung ke rakyat.


"Kami datang ke Istana dengan damai, dengan data, dan dengan kajian. Kami ingin Presiden mendengar langsung suara mahasiswa, bukan suara buzzer. Jika 2 tahun kebijakan ini dibiarkan, maka Indonesia Emas 2045 hanya akan jadi Indonesia Cemas," tutup Muria.


Aksi lanjutan UIC Bergerak di Istana Negara Telah dilakukan secara damai, tertib, dan konstitusional sebagai bentuk pelaksanaan kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.


Dan kami mahasiswa universitas Ibnu chaldun Jakarta akan tetap solid untuk Mengawal tuntutan mereka dan tetap turun aksi berjilid-jilid di istana negara ujar Muria,. Korlap. 


Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat Indonesia!

Indonesia Berduka, Melawan!



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Muria Kordinator Lapangan Mahasiswa UIC Jakarta bergerak Angkat Bicara Soal Aksi Di Istana Negara Dan Tetap Solid Untuk Aksi Berkelanjutan.

Terkini