Iklan

terkini

Opini: Indonesia Menua dalam Kemerdekaan, Jangan Sampai Tertinggal dalam Kesejahteraan

Admin RP
, Agustus 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T16:35:43Z

Flaayer: Istimewa

Opini Kemerdekaaan;   
81 TAHUN INDONESIAKU  
(Menu'ah Dalam Sejahtera)  
Oleh : Masyhur Borut

JAKARTA - 17 Agustus 1945 adalah Titik awal dimana Indonesia Diakui Kedaulatannya Secara De Facto, 17 agustus 1945 merupakan Mementum paling berharga dalam sejarah panjang perjalanan bangsa. 17 agustus 1945 kata Merdeka di gumamkan dengan penuh suka cita, Merah putih berkibar sebagai Simbol bahwa Indonesia telah bebas dari cengkraman Kaum Penjajah, tangis haru kian mewarnai Tulusnya perjuangan saat Kemerdekaan datang menyapa Kala itu. 


Indonesia Pun terbentuk, Pancasila Lahir dari pikiran Besar para Founding Fathers dijahit sebagai Ideologi Bangsa, UUD 1945 hadir sebagai Penyempurana Dalam Rumusan Negara agar diakui secara De Jure. Lambang Garuda dengan slogam Bhineka Tunggal Ika Menegaskan tentang makna Persatuan dalam kemajemukan dinegeri.


Kini Indonesia telah melewati perjalanan panjang sebagai bangsa yang merdeka. Semenjak Proklamasi 17 Agustus 1945 hingga hari ini, perubahan di Negeri ini perlahan terlihat diberbagai sektor,  baik disektor politik, ekonomi, sosial, hukum, dan teknologi seraya membawa Indonesia menjadi negara yang jauh berbeda dibandingkan masa awal kemerdekaan. 


Namun, menjelang satu abad Indonesia merdeka, pertanyaan mendasar harus kembali muncul “apakah bangsa ini benar-benar telah bergerak menuju cita-cita kemerdekaan, atau justru masih terjebak dalam persoalan-persoalan klasik yang terus berulang”.


Kemajuan pembangunan memang tidak bisa kita dipungkiri. Infrastruktur berkembang, teknologi semakin maju, ekonomi terus bertumbuh, dan Indonesia memiliki posisi yang semakin diperhitungkan dalam percaturan global. 


Akan tetapi, kemajuan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kualitas keadilan, kesejahteraan, pendidikan, penegakan hukum, serta pemerataan kesempatan bagi seluruh rakyat. 


MENUA’LAH DALAM SEJAHTERA INDONESIAKU”


Indonesia adalah negeri yang kaya. Tanahnya subur, lautnya terbentang luas, sumber daya alamnya melimpah ruah, tapi semua itu belum mampu untuk meretas kemeskinan yang menjadi Problem klasik bangsa ini. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme muncul sebagai penjajahan gaya baru dan menjadi corak dari sistem  Kolonialisme Modern, lalu menjauhkan bangsa ini dari tujuan dan cita-cita kemerdekaaan itu sendiri.


Untuk hari ini dan seterusnya kita tidak ingin melihat Indonesia hanya bertambah tua secara usia, tetapi tertinggal dalam kesejahteraan. Kita ingin Indonesia tumbuh menjadi bangsa yang semakin matang, semakin adil, semakin kuat, dan semakin mampu memberikan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat. 


Kemerdekaan Sejati itu bukan hanya tentang bebas dari penjajahan secara fisik. Kemerdekaan harus bermakna terbebas dari kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, kesenjangan, korupsi, dan berbagai bentuk penindasan yang dapat merusak seluruh sendi Kehidupan berbangsa & Bernegara.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Opini: Indonesia Menua dalam Kemerdekaan, Jangan Sampai Tertinggal dalam Kesejahteraan

Terkini