![]() |
| Foto: Ketua Korwil PP GPI Indonesia Timur, Talimuddin Rumaratu |
JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) Indonesia Timur, Talimuddin Rumaratu, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa wilayah Indonesia Timur merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan sah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, segala bentuk upaya yang bertujuan memecah belah persatuan bangsa dan mengganggu keutuhan negara harus ditolak oleh seluruh elemen masyarakat.
Menurut Rumaratu, kemerdekaan Indonesia yang dinikmati hingga saat ini bukanlah hadiah yang datang begitu saja, melainkan hasil perjuangan panjang para pahlawan, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh rakyat Indonesia dari berbagai daerah, suku, agama, dan golongan yang bersatu melawan penjajahan.
“Indonesia Timur adalah bagian yang sah dan tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak ada ruang bagi siapa pun yang ingin memecah belah bangsa ini dengan berbagai narasi disintegrasi maupun propaganda yang dapat merusak persatuan nasional. Upaya-upaya seperti itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita para pendiri bangsa dan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia,” tegas Talimuddin dalam keterangannya, Jumat (15/8/2026).
Ia menilai bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia justru menjadi kekuatan utama bangsa. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, seluruh wilayah Indonesia memiliki kedudukan yang sama sebagai bagian dari rumah besar bernama Indonesia.
Rumaratu menegaskan bahwa masyarakat Indonesia Timur memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa. Banyak tokoh nasional, pejuang kemerdekaan, serta putra-putri terbaik dari kawasan timur yang telah memberikan pengabdian luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia.
“Sejarah telah membuktikan bahwa rakyat Indonesia Timur selalu berada di garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara. Karena itu, kami menolak segala bentuk provokasi yang berusaha memisahkan rakyat dari identitas kebangsaannya. Indonesia adalah rumah bersama yang dibangun dengan darah, air mata, dan pengorbanan para leluhur kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rumaratu mengajak generasi muda untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan, propaganda kebencian, maupun narasi yang dapat melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap bangsa dan negara. Menurutnya, tantangan zaman saat ini tidak lagi hanya berupa ancaman fisik, tetapi juga perang informasi yang dapat memecah persatuan jika tidak disikapi secara bijak.
“Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang sengaja dimainkan untuk menumbuhkan kebencian, memperuncing perbedaan, atau merusak semangat kebangsaan. Kita harus menjadi generasi yang menjaga warisan para pendiri bangsa, bukan generasi yang merusaknya,” kata Rumaratu.
Dalam momentum menjelang HUT RI ke-81, Korwil PP GPI Indonesia Timur juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai sarana memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia.
Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata dalam membangun bangsa, menjaga persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi rakyat, serta memperkokoh nilai-nilai kebangsaan dan keislaman yang moderat.
“Mari kita sambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan penuh rasa syukur. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah buah dari perjuangan panjang para leluhur kita. Mereka berjuang tanpa pamrih agar Indonesia berdiri sebagai negara yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan itu dengan karya, prestasi, dan pengabdian terbaik bagi bangsa,” ujarnya.
Talimuddin juga menekankan bahwa semangat nasionalisme tidak boleh dipertentangkan dengan nilai-nilai keagamaan. Sebaliknya, keduanya harus berjalan beriringan dalam membangun Indonesia yang kuat dan berkeadilan.
“Sebagai pemuda Islam, kami meyakini bahwa menjaga persatuan bangsa dan keutuhan NKRI adalah bagian dari tanggung jawab moral dan kebangsaan. Cinta tanah air merupakan wujud rasa syukur atas karunia Allah SWT yang telah menghadirkan Indonesia sebagai negeri yang kaya akan sumber daya, budaya, dan keberagaman,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Talimuddin Rumaratu mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di kawasan timur, untuk mengibarkan Merah Putih dengan penuh kebanggaan serta menjadikan momentum HUT RI ke-81 sebagai pengingat akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita rawat persatuan, menjaga kebhinekaan, memperkuat nasionalisme, dan melanjutkan cita-cita para pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat. Indonesia Timur adalah Indonesia, dan Indonesia akan selalu menjadi rumah bersama bagi seluruh anak bangsa,” pungkasnya.


