![]() |
Egit Setiawan, menilai bahwa sejumlah dugaan pelanggaran yang terjadi di lapangan tidak dapat dilepaskan dari peran pimpinan wilayah dalam melakukan pembinaan terhadap anggotanya. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius bagi pimpinan TNI Angkatan Darat.
“Evaluasi harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh. Jika terbukti terdapat kelalaian dalam pembinaan yang berdampak pada pelanggaran, maka langkah tegas termasuk pencopotan jabatan perlu dipertimbangkan,” ujar Egit dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan semata-mata bentuk kritik, melainkan upaya menjaga profesionalisme, disiplin, serta nama baik institusi TNI di mata publik. Kepemimpinan yang kuat dan bertanggung jawab dinilai menjadi kunci dalam mencegah terjadinya pelanggaran di internal.
Selain itu, Egit juga mendorong agar sistem pengawasan internal diperkuat serta proses penegakan aturan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap dugaan pelanggaran ditangani secara adil dan tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
Dengan adanya desakan ini, diharapkan pimpinan TNI dapat mengambil langkah cepat dan tepat guna menjaga integritas institusi serta meningkatkan kepercayaan publik.
Sebagai bentuk keberimbangan pemberitaan, redaksi membuka ruang klarifikasi dan tanggapan dari pihak terkait, khususnya jajaran TNI Angkatan Darat serta pihak yang disebutkan, guna memberikan penjelasan secara utuh dan proporsional kepada publik.


